IMPLEMENTASI PRINSIP MANAJEMEN MUTU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

January 3, 2012 at 2:46 am Leave a comment

IMPLEMENTASI PRINSIP MANAJEMEN MUTU

DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

The Same Post @ http://muji0n0.guru-indonesia.net/index.html

ABSTRAK

Pembelajaran sebagai core bisnis dunia pendidikan, kini semakin menjadi fokus trend tuntutan layanan prima berorientasi pada mutu.  Untuk mewujudkan hal tersebut, perubahan mutlak diperlukan, dari gaya pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang full innovation, sehingga proses pembelajaran akan berjalan efektif dan efisien serta berpegang pada prinsip humanism yang memandang mengajar sebagai bagian dari proses mendidik adalah memanusiakan manusia dengan cara-cara manusiawi. Salah satu teori yang bisa diambil hikmah manfaat prinsipnya yang selanjutnya bisa dijadikan dasar dalam mencapai derajat mutu pembelajaran adalah prinsip manajemen mutu yang selama ini lebih dikenal luas dalam implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 yang akhir-akhir ini banyak diimplementasikan di dunia pendidikan dalam rangka penjaminan mutu untuk mewujudkan kepuasan pelanggan.

Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip SMM ISO 9001 : 2008 dalam pembelajaran, diharapkan hasil belajar siswa ada peningkatan. Hasil belajar yang dimaksud meliputi aspek kognitif, psikomotor dan afektif yang tiap siswa mengalami kecenderungan keberhasilan dan berkembang sesuai potensinya masing-masing.

Kata Kunci; Pembelajaran Bahasa Inggris, Prinsip-Prinsip Manajemen Mutu

BAB I

PENDAHULUAN

 

Sebagaimana diamanatkan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (pasal 3). Maka sudah menjadi keharusan bagi Guru selaku motor penggerak dan pelaksana utama dalam proses pendidikan untuk mewujudkan hal tersebut melalui kesiapan kompetensi, baik kompetensi akademik, pedagogis, kepribadian maupun sosial. Untuk mendukung dan mewujudkan hal tersebut Pemerintah menggulirkan program sertifikasi, yang seharusnya lebih dipandang pada usaha untuk membangun dan mengembangkan kualitas guru, lebih dari sekedar usaha peningkatan kesejahteraan berupa materi.

Dengan demikian diharapkan akan bertebaran guru-guru yang bermutu untuk mewujudkan tujuan mulia pendidikan demi sebuah generasi berkualitas. Tak terkecuali guru-guru bahasa inggris yang diharapkan akan mampu mendukung terwujudnya generasi kompetitif hingga level internasional karena menguasai bahasa internasional sebagai bekal.

Pendidikan berkualitas didukung dan diwarnai dengan pembelajaran yang berkualitas pula. Jadi tugas seorang Guru, termasuk Guru bahasa Inggris, adalah untuk terus meningkatkan kualitas proses pembelajaran, selain tentunya juga tak kalah penting adalah tugas mendidik, membimbing dan mengarahkan baik dalam menghadapi masalah maupun pengembangan diri siswa. Dengan kata lain, pembelajaran yang dikelola harus bermutu, karena pembelajaran yang dimaksud lebih dari sekedar menyampaikan ilmu, akan tetapi juga memastikan keterserapan dan pemahaman siswa serta ketrampilan dan motivasi siswa untuk mengamalkannya demi kemaslahatan umat. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, distandarkan 4 kompetensi bahasa yaitu, reading, listening, speaking, dan writing yang harus dikuasai oleh siswa.

Untuk mengelola pembelajaran bahasa Inggris yang bermutu, ada 8 prinsip manajemen mutu, yang pada umumnya dijadikan prinsip dalam implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008, yang bisa diambil pelajaran hikmah untuk diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa inggris, yakni :

  1. Fokus pada Pelanggan
  2. Kepemimpinan
  3. Pelibatan Orang
  4. Pendekatan Proses
  5. Pendekatan Sistem pada Manajemen
  6. Perbaikan Berlanjut
  7. Pengambilan Keputusan berdasar Fakta
  8. Hubungan Pemasok saling menguntungkan

(Modul Pelatihan Sistem Manajemen Mutu)


BAB II

PEMBAHASAN

Lebih rinci, implementasi prinsip-prinsip Manajemen Mutu dalam Pembelajaran bahasa Inggris adalah sebagai berikut :

  1. 1.      Fokus pada Pelanggan

Dalam hal ini Pelanggan dimaknai sebagai siswa. Pembelajaran bisa dilaksanakan dan akan mencapai hasil maksimal jika ada siswanya, dalam arti kehadiran siswa baik secara fisik maupun psikologis. Kehadiran fisik berarti siswa mau mengikuti pembelajaran, dan kehadiran psikologis berarti siswa mau memperhatikan dan mengikuti pembelajaran.

Untuk menjadikannya berhasil, maka kebutuhan siswa untuk belajar dengan menyenangkan dan tepat hasil harus diperhatikan. Sekaligus harapan siswa juga harus dipenuhi atau bahkan jika mampu melewati harapan siswa termasuk menghargai segala kemampuan dan usaha belajar siswa.

Untuk itu seorang Guru ketika dalam pembelajaran semestinya memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran yang variatif dengan didukung oleh media atau sumber belajar yang variatif pula sehingga siswa akan merasa tidak mudah bosan atau jenuh dengan pembelajaran.

Tidak kalah penting adalah, seyogyanya guru melakukan evaluasi diri dengan memberikan ruang kepada siswa untuk memberikan masukan atau saran perbaikan bagi guru.

  1. 2.      Kepemimpinan

Dalam pembelajaran, seorang Guru harus memiliki jiwa pemimpin, yakni mempunyai dan menetapkan tujuan serta mampu menciptakan suasana baik fisik maupun psikologis yang memungkinkan siswa mau dan mampu bergerak mencapai tujuan tersebut yang salah satunya bisa ditandai dengan kemauan untuk meninggalkan kebiasaan kurang baik atau bahkan buruk dalam belajar yang dalam dunia Quantum Teaching (2004) dikenal dengan istilah “zona nyaman”.

Sekaligus jika ada permasalahan dalam prosesnya, seorang guru yang mempunyai jiwa pemimpin harus mampu menemukan solusi. Jangan sampai ketika ada masalah, Guru malah menciptakan atau menghadirkan masalah baru. Semisal ketika dengan spontan Guru memvonis seorang siswa “nakal” karena tidak memperhatikan, seorang Guru tanpa analisa situasi dan kondisi directly “menghukum” siswa tersebut. Padahal “kenakalan” siswa tersebut bisa jadi justru berawal dari Gurunya sendiri yang “kurang menarik”.

  1. 3.      Pelibatan seluruh Orang

Untuk mewujudkan prinsip ini dalam pembelajaran dikenal dengan istilah PAIKEM, yaitu Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan tidak hanya dari pihak Siswa tetapi juga Gurunya. Dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Th 2003 tentang Standar Nasional Pendidikan secara jelas dituangkan pada pasal 19 ayat (1) bahwa, “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.”

Jadi Guru juga mesti berlaku adil terhadap siswa, tidak hanya menyuruh siswa untuk berbuat, akan tetapi Guru juga harus melaksanakan apa yang disampaikan, dengan kata lain memberi contoh baik. Pernyataan ini didukung pada peraturan yang sama ayat berikutnya bahwa, “dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan.”

  1. 4.      Pendekatan Proses

Salah satu ciri pembelajaran yang bermutu adalah pembelajaran yang dipandang  sebagai sebuah proses yang mana harus melewati siklus proses yang ideal dengan melalui tahapan PDCA (Plan, Do, Check and Action). Dengan bahasa lain, pembelajaran yang baik adalah direncanakan dalam bentuk silabus dan RPP, kemudian laksanakan berdasarkan perencanaan yang ada, selanjutnya dievaluasi baik proses maupun hasilnya dan tindaklanjuti, baik dalam bentuk pengayaan bagi yang telah mencapai standar ketuntasan minimal maupun remidi bagi yang belum tuntas pencapaian kompetensinya.

Hal ini senada Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 20 (a) bahwa,  “Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban: merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;”

  1. 5.      Pendekatan Sistem pada Manajemen

Manajemen adalah ilmu mengelola berbagai variabel yang saling mempunyai keterkaitan untuk mencapai tujuan secara maksimal. Variable itu adalah 5 M; Money yang diartikan sebagai energy, Material yakni kurikulum atau materi, Machine adalah sarana dan prasarana, Man berarti Guru dan Siswa serta Method yaitu skenario pembelajaran. Guru harus mampu mengidentifikasi dan memahami potensi yang ada sehingga mampu menemukan keterkaitan masing-masing dan berdasar prinsip output suatu proses bisa menjadi input bagi proses yang lain, Guru mampu mengelolanya demi ketercapaian sasaran mutu yang ditetapkan, dalam hal ini tujuan pembelajaran.

Untuk memenuhi hal ini, Guru bisa memulainya dengan mengenal jenis kecerdasan siswa menggunakan check list identifikasi kecerdasan yang menurut Thomas Armstrong (2002) yang mengutip pendapat Dr. Howard Gardner tentang teori multiple intellegences, bahwa setiap individu memiliki potensi 8 jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan Logis Matematis, Linguistik, Spasial, Kinestetik, Musikal, Interpersonal, Intrapersonal, dan Natural.  Selain itu juga bisa didukung dengan data identifikasi gaya belajar siswa, baik gaya belajar Visual, Auditori maupun Kinestetis.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Guru akan mampu menentukan metode pembelajaran bervariasi yang sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat siswa. Dalam bahasa Quantum Teaching disarankan seorang Guru harus mampu menjadi conductor sebuah orkestra pembelajaran yang di dalamnya melibatkan berbagai jenis sumber daya dengan karakternya masing-masing.

  1. 6.      Perbaikan Berlanjut

Hal ini menjadi suatu keharusan dalam dunia pendidikan yang bersifat dinamis yang senantiasa berubah dan berkembang seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang jika diibaratkan air samudra sebagai tinta, tak akan pernah cukup untuk menuliskan dan melukiskan semua ilmu yang terbentang di alam semesta ini.

Untuk mewujudkan ini, Guru bisa melakukannya melalui evaluasi dan atau revisi RPP, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maupun menjalin komunikasi efektif dengan berbagai pihak terkait. Dengan demikian permasalahan atau delta antara perencanaan dan pelaksanaan ataupun kesenjangan antara idealisme dan realita semampu mungkin bisa dicarikan solusinya. Untuk itu, guru membutuhkan megadosis keberanian untuk mengakui kekurangannya tanpa harus merasa tidak percaya diri serta terus membakar semangat untuk terus belajar berdasar prinsip long life education.

  1. 7.      Pengambilan Keputusan berdasarkan Data dan Fakta

See, read, hear and feel. Kemudian lakukan analisa sebelum mengambil keputusan. Pembelajaran baik dari segi proses maupun hasil adalah suatu bentuk keputusan, maka harus didasarkan pada analisa data dan fakta. Seorang Guru semaksimal mungkin harus mampu mengenali potensi siswanya berdasarkan data sebenarnya dan bukan asumsi subyektif. Dalam kasus nyata yakni pemberian nilai hasil belajar harus benar-benar berdasarkan data yang ada pada masing-masing anak sesuai ketercapaian kompetensinya.

Termasuk juga ketika menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal belajar atau metode pembelajaran, seorang Guru sebaiknya berdasar pada data-data yang telah diidentifikasi serta dianalisa, seperti data kurikulum, data kecerdasan siswa, data latar belakang orang tua baik dari segi sosial ekonomi maupun data potensi atau kemampuan lembaga pendidikan sendiri.

  1. 8.      Hubungan dengan Pemasok Saling Menguntungkan

Dalam pembelajaran, Pemasok dimaknai sebagai pihak-pihak yang mensuplai kebutuhan pembelajaran seperti orang tua, manajemen lembaga pendidikan hingga pada pemerintah. Dengan terjalinnya  hubungan baik dengan pihak-pihak tersebut, diharapkan Guru mampu merancang perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran secara ideal.

Penting diperhatikan dan selalu diingat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab seorang Guru, melainkan menjadi tanggung jawab banyak pihak sebagaimana disebutkan di atas. Siswa belajar dengan Guru maksimal 5 sampai dengan 8 jam sehari sedangkan dalam satu hari ada durasi 24 jam. Maka jalinan komunikasi dan koordinasi senantiasa diperlukan untuk mewujudkan tujuan bersama.

Demikian pelajaran hikmah dari prinsip manajemen mutu yang bisa diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa inggris. Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip tersebut sebagaimana digambarkan diatas, diharapkan akan ada peningkatan hasil belajar siswa, khususnya antusiasme dalam mengikuti pelajaran bahasa inggris. Hal ini mengingat pada dasarnya tujuan utama implementasi manajemen mutu adalah kepuasan pelanggan, sehingga ketika pembelajan dikemas dan dijalankan berdasarkan prinsip manajemen mutu tersebut, siswa sebagai pelanggan dalam proses pembelajaran merasa terpuaskan. Hal ini terjadi karena guru menggunakan beragam metode pembelajaran sehingga menghindari kejenuhan siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Lebih lanjut, dengan antusiasme atau motivasi belajar meningkat, maka tanggung jawab siswa untuk belajar juga meningkat yang berimbas pada peningkatan keterserapan dan pemahaman materi pelajaran yang dikenal dengan ranah kognitif. Tetapi tetap perlu diingat bahwa tiap siswa memiliki modal dasar yang berbeda-beda maka ketercapaian kompetensinyapun juga berbeda-beda.

Selain itu, dari segi psikomotor, karena siswa merasa welcome pada pembelajaran karena keberadaannya diakui dan dihargai dengan segala kelebihan dan kekurangannya, rasa percaya diri siswa juga meningkat dan lebih lanjut siswa semakin punya keberanian untuk mempraktekkan berkomunikasi dalam bahasa inggris. Hal ini sudah barang tentu akan meningkatkan ketrampilan bahasa siswa karena pada dasarnya penguasaan bahasa seseorang ditentukan dari kebiasaan berbahasa, lebih dari hanya penguasaan pengetahuan bahasa. Pernyataan ini didasarkan pada azas bahwa sebenarnya bahasa itu acquired, ditemukan.

“What theory implies, quite simply, is that language acquisition, first or second, occurs when comprehension of real messages occurs, and when the acquirer is not ‘on the defensive’… Language acquisition does not require extensive use of conscious grammatical rules, and does not require tedious drill.”

(http://www.languageimpact.com/articles/rw/krashenbk.htm)

Sebagai contoh, kadang tanpa kita sadari, anak kita tahu-tahu sudah bisa menyebut arah barat, timur, utara maupun selatan tanpa kita ajari secara intensif. Hal ini terjadi ketika anak mendengar atau melihat kita atau orang lain melangkah ke suatu arah setelah diperintah untuk menuju arah tersebut. Lebih praktis, dalam pembelajan bahasa inggris, siswa akan bisa menebak dan paham makna kata “thank you” ketika melihat seseorang mengucapkan kata tersebut setelah mendapatkan suatu pemberian dari orang lain, yang dalam kebisaan kehidupan sehari-harinya orang akan mengucapkan “terima kasih” setelah mendapatkan pemberian baik benda maupun jasa dari orang lain.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Tebarkan benih, dan bumi kan memberimu buah

Layangkan mimpimu ke langit, dan ia kan datangkan kekasihmu (Kahlil Gibran)

Bangunlah cita-cita atau mimpi yang tinggi bahwa kualitas pendidikan di Indonesia pada umumnya, khususnya pendidikan, lebih khusus pembelajaran Bahasa Inggris di daerah bisa mencapai titik terbaik.

Salah satu karya yang mampu diwujudkan adalah dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip Manajemen Mutu SMM ISO 9001 : 2008 dalam pembelajaran mengingat prinsip-prinsip tersebut singkron dengan beberapa regulasi tentang pendidikan termasuk permendiknas No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru sebagaimana ditunjukkan table di bawah ini.

No

Prinsip – Prinsip

Manajemen Mutu

Kompetensi Guru

Pedgk

Keprd

Sosial

Profs

1. Kepuasan Pelanggan

ü

ü

ü

2. Kepemimpinan

ü

ü

ü

3. Pelibatan Orang

ü

ü

ü

4. Pendekatan Proses

ü

ü

5. Pendekatan Sistem pada Manajemen

ü

ü

6. Perbaikan Berlanjut

ü

ü

ü

7. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta

ü

ü

8. Hubungan dengan Pemasok Saling Menguntungkan

ü

ü

B. Saran

“Janganlah anda bernyanyi ketika anda bahagia atau anda sedih, tetapi bernyanyilah karena anda ingin bahagia,” pesan Mario Teguh dalam “Golden Ways.” Bagi seorang Guru bisa dipetik hikmah, “jangan mengajar ketika anda bahagia atau anda sedih karena akan mempengaruhi kualitas pembelajaran, tetapi mengajarlah karena anda bahagia ketika anda menjalankan tugas mengajar.“

Mengimplementasikan makalah ini dalam bentuk penelitian tindakan kelas akan menjadi hal yang lebih baik dengan dibentuk team peneliti mengingat cakupan variable yang diteliti sangat luas sehingga membutuhkan pemikiran dan kejelian tingkat tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Armstrong, Thomas, 2002, Setiap Anak Cerdas; Panduan Membantu Anak Belajar dengan Memanfaatkan Multiple Intelegence-nya, Gramedia Pustaka, Jakarta

Azar, Betty, Schramper, 1989, Understanding and Using English Grammar, Prentice Hall Regency, Englewood Cliffs, New Jersey

Chatib, Munif, 2009, Sekolahnya Manusia; Sekolah Berbasis Multiple Intelegences di Indonesia, Kaifa, Bandung

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1984, Evaluasi Proses dan Hasil Belajar, Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Timur

DePorter, Bobbi, Mark Reardon & Sarah Singer Nourie, 2004, Quantum Teaching; Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas, Kaifa, Bandung

Oxford Learner’s Pocket Dictionary, 1995, Oxfort University Press.

Peraturan Pemerintah Nomer 22 Tahun 2006, Standar Isi, Dokumen Download

Peraturan Pemerintah Nomer 23 Tahun 2006, Standar Kompetensi Lulusan, Dokumen Download

Pusat Standardisasi dan Jaminan Mutu Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional, 2007, Modul Pelatihan Sistem Manajemen Mutu, Jakarta

Silberman, L, Melvin, 2006, Active Learning; 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Nusamedia, Bandung

SMK Negeri 1 Poncol, 2009, Kurikulum SMK Negeri 1 Poncol, Magetan

Sudjana, Nana, 1989, Cara Belajar Siswa Aktif, Sinar Baru, Bandung

Advertisement

Entry filed under: Education, Extra. Tags: .

KISI-KISI UN 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Promise

Asyhadu Alla illa ha illallah
Wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullah

Islamic Quote of The Day

Asmaul Husna

Demi Masa

Islamic Calender

The Calender

January 2012
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Go Green

Ayo Membaca

Categories

Recent Posts

Top Clicks

  • None

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.